![]() |
| Suasana Commfest (Communication Festival) pada Jumat 05 Oktober 2018, terlihat beberapa bazar yang melayani penjualan pada commfest 2018 (VMS/Rifky Dewandaru) |
Dalam rangkaian “Ekspedisi Indonesia Biru”, WatchdoC membuat sebuah film dokumenter tentang Reklamasi Teluk Benoa. Mereka mengambil berbagai sudut pandang mulai dari masyarakat Suku Bajo dan reklamasi ala mereka, pendapat pengusaha wisata hingga pendapat masyarakat Tenganan dan Lombok Timur. Film dokumenter berjudul “Kala Benoa” berdurasi sekitar 50 menit itu bisa kamu tonton secara gratis di Youtube, mungkin itu cara mereka melakukan “perlawanan”. Setelah menontonnya Film produksi Watchdoc ini dibuka dengan visual peta Bali, Lombok, dan Sumbawa serta Pulau Bungin yang terletak di dekat Sumbawa. Dandhy dan Ucok sebagai pembuat film memulai cerita dari Pulau Bungin. Pulau kecil di NTB ini salah satu pulau terpadat di dunia. Dengan luas hanya 12 hektar, jumlah penghuni pulau ini hingga 3.120 jiwa. Selama 200 tahun, Suku Bajo yang tinggal di Pulau Bungin telah menguruk pulau dari hanya 3 hektar menjadi 12 hektar seperti sekarang. Tidak ada investor properti yang sesabar ora...



Comments
Post a Comment