Skip to main content

Artikel Communication Festival UMN 2018

Penulis : Grace Priskila, Caecilia Wanda

BAZAAR KEDUA COMMFEST UMN 2018


Suasana Bazaar kedua di kampus Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Gading Serpong, Tangerang, pada Senin (1/10/2018) pukul 15.20 WIB. (GRACE PRISKILA HAKIM/BERITA KAMPUS)

GADING SERPONG, BERITA KAMPUS -  Bazaar Commfest kedua Universitas Multimedia Nusantara (UMN) saat ini sedang berlangsung di gedung D dari hari Senin, (1/10/2018) sampai Jumat, (5/10/2018). Kegiatan bazaar dimulai dari pukul 09.00 – 17.00 WIB yang dilaksanakan secara bersamaan dengan jam belajar mengajar di kampus.
Bazaar tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena tahun ini panitia divisi bazaar memutuskan untuk melakukan bazaar sebanyak dua kali. Pada bazaar pertama, dilaksanakan pada tanggal 27-31 Agustus 2018.
Hal ini dikarenakan jarak dari bazaar pertama ke closing night cukup jauh. Sehingga membuat panitia divisi bazaar merasa perlu mengadakan bazaar lagi serta memiliki tujuan agar dana yang terkumpul menjadi lebih banyak.
“Iya diadakan dua kali karena dananya belum terkumpul juga dan ke puncak acaranya juga masih agak lama. Jadi kita adain dua kali deh,” kata Jessica saat ditemui di Bazaar pada Senin (1/10).
Jessica, Strategic Communication 2016 sebagai ketua bazaar memiliki tanggung jawab yang besar. Setiap harinya ia bersama dengan panitia yang lain harus berjualan 200 botol kopi susu yang telah dikemas dengan harga Rp 10.000/botol dalam bazaar kedua ini.
Namun meskipun bazaarnya diadakan dua kali tetapi ada perbedaan yang terlihat sangat jelas, yaitu, bazaar yang dilaksanakan pertama kali terlihat lebih ramai dibandingkan bazaar yang dilaksanakan mulai tanggal 1 Oktober tersebut. Keramaian terlihat dari jumlah tenant yang berpartisipasi lebih banyak pada bazaar pertama.
Pada bazaar pertama mereka memiliki tenant sebanyak 19 tenant, sedangkan pada bazaar kedua mereka hanya berhasil mengumpulkan 9 tenant.
Jessica mengaku bahwa waktu yang terbatas menyebabkan bazaar yang kedua kalinya menjadi tidak se-menarik bazaar pertama.
“Waktu bazaar pertama kali kan punya waktu yang cukup lama untuk mencari tenant, sedangkan bazaar yang kedua hanya satu bulan kita punya waktu untuk mengumpulkan tenantnya,” ungkapnya.
Memang bazaar kedua terlihat sedikit lebih sepi jika dibandingkan dengan bazaar pertama, hal tersebut disebabkan oleh tenant yang berpartisipasi juga lebih sedikit, dan karena waktu yang terbatas pula yang menyebabkan bazaar kedua terlihat lebih sepi dibandingan bazaar pertama. Meskipun begitu, bazaar kedua tetap terlihat menarik karena didekorasi dengan sangat baik oleh panitia divisi dekorasi.
Tenant yang berhasil bergabung dengan acara Commfest pada bazaar kedua antara lain, kacamata, Food and Beverages, make up, case handphone, dan tas. Meskipun tenant yang bergabung di dalam acara Commfest tidak sebanyak pada bazaar pertama kali, dekorasi bazaar kedua dibuat se-menarik mungkin untuk menarik perhatian pengunjung.
Pencarian dana melalui bazaar diharapkan dapat membuat acara Commfest dapat berlangsung dengan lancar.
Acara bazaar ini adalah salah satu bagian dari Communication Festival. Commfest merupakan suatu acara terbesar di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang dinaungi dari fakultas Ilmu Komunikasi. Acara ini sudah ada sejak tahun 2010 dengan tema yang berbeda-beda setiap tahunnya.
Dibandingkan dengan tahun lalu commfest mengangkat tema “Comniphore” maka di tahun ini commfest mengangkat tema “COMMISTRA” yaitu Communication is All about Strategy, dengan tagline “Strategy to Generation Z” yang diketuai oleh Vellen Augustin, Jurnalistik 2015.
Setiap tahunnya, rangkaian acara Commfest hampir sama dengan yang sebelum-sebelumnya. Dibedakan dari tema, dekorasi, serta design acaranya. Di tahun 2018, ada beberapa rangkaian perlombaan yang disajikan oleh commfest ini, diantaranya adalah Opinion Writing tingkat mahasiswa, Opinion Writing tingkat SMA, News Anchor, Marketing Public Relation, Citizen Journalism, Poster iklan layanan masyarakat, Foto Jurnalistik, dan Infografik. Setiap perlombaan dikenakan biaya berbeda, mulai dari Rp 50.000 – Rp 150.000.
Acara besar Commfest ini ialah Charity atau biasa dikenal oleh mahasiswa UMN sebagai “Bihun Kornet” (Bina Hubungan Lewat Internet), dan Fikom Night. Charity tersebut merupakan suatu kegiatan mengajar literasi media atau menggunakan internet yang baik dan benar kepada siswa/I di ketiga sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Dan yang paling menarik dari rangkaian acara commfest tersebut ialah adanya malam keakraban bagi mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi, atau yang biasa dikenal dengan sebutan “Fikom Night”.
Fikom Night sendiri diadakan pada tanggal 4 Oktober 2018 pukul 17.00 WIB di Raffles Ballroom, Mall Balekota Tangerang. Acara ini memang sama seperti malam puncak acara pada umumnya yaitu adanya pembagian hadiah bagi para pemenang, makan malam bersama, dan juga stand up comedy. Selain itu ada juga Photobooth yang menarik dan dapat dikunjungi untuk mengabadikan momen pada acara Closing Night Commfest 2018.
Namun yang membuat acara ini menjadi lebih menarik dan menjadi daya tarik dalam acara commfest ialah adanya bintang tamu yang lagi terkenal dikalangan anak muda, yaitu Cindercella dan Ben Sihombing, sepasang kekasih ini turut meramaikan acara Fikom Night.

Comments

Popular posts from this blog

Review Kala Benoa - Rifky Dewandaru

Dalam rangkaian “Ekspedisi Indonesia Biru”, WatchdoC membuat sebuah film dokumenter tentang Reklamasi Teluk Benoa. Mereka mengambil berbagai sudut pandang mulai dari masyarakat Suku Bajo dan reklamasi ala mereka, pendapat pengusaha wisata hingga pendapat masyarakat Tenganan dan Lombok Timur. Film dokumenter berjudul “Kala Benoa” berdurasi sekitar 50 menit itu bisa kamu tonton secara gratis di Youtube, mungkin itu cara mereka melakukan “perlawanan”. Setelah menontonnya Film produksi Watchdoc ini dibuka dengan visual peta Bali, Lombok, dan Sumbawa serta Pulau Bungin yang terletak di dekat Sumbawa. Dandhy dan Ucok sebagai pembuat film memulai cerita dari  Pulau Bungin. Pulau kecil di NTB ini salah satu pulau terpadat di dunia. Dengan luas hanya 12 hektar, jumlah penghuni pulau ini hingga 3.120 jiwa. Selama 200 tahun, Suku Bajo yang tinggal di Pulau Bungin telah menguruk pulau dari hanya 3 hektar menjadi 12 hektar seperti sekarang. Tidak ada investor properti yang sesabar ora...

Infografis

Infografis oleh : Vamela Aurina

Dokumentasi Foto dan Video

Commfest (communication festival) yang di gelar oleh mahasiswa Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara pada 1 - 5 Oktober 2018 banyak menyediakan bazar, di antaranya menjual pakaian,kacamata, dompet serta makanan di bazar yang di sediakan Tangerang 05 Oktober 2018 (VMS/Rifky Dewandaru) Bazzar Commfest (communication festival) di Lobby D Universiatas Multimedia Nusantara, kacamata jadi salah satu bazar yang hadir untuk menunjang kebutuhan mahasiswa yang mengalami masalah pada mata Tanggerang 05 Okteber 2018 (VMS/Rifky Dewandaru) Suasana Commfest (Communication Festival) pada Jumat 05 Oktober 2018, terlihat beberapa bazar yang melayani penjualan pada commfest 2018 (VMS/Rifky Dewandaru)