Skip to main content

Review Flight and Fight - Caecilia Wanda

Di dalam video dokumenter yang diunggah oleh BBC di akun youtube milik BBC Documentary pada tanggal 9 Agustus 2018 tersebut menjelaskan bahwa saat ini EasyJet dan Ryanair sudah membuka pelayanan terbang ke berbagai destinasi populer dengan harga yang murah. Dokumenter ini menceritakan kisah nyata yang luar biasa tentang bagaimana penerbangan berbiaya rendah lahir. Michael O'Leary selaku pemegang saham terbesar Ryanair dan Sir Stelios Haji-Ioannou selaku pemegang saham terbesar EasyJet membuka batasan baru dalam industri penerbangan yaitu maskapai penerbangan mereka menawarkan penerbangan murah ke berbagai tujuan populer dan alternatif. Hal ini dikarenakan bahwa  saat ini tarif penerbangan terus meningkatnya sehingga membuat Stelios selaku pemegang saham terbesar EasyJet memiliki tekad untuk memberhentikan ekspansi, sedangkan saat ini O’Leary selaku  pemegang sham terbesar dari maskapai Ryanair memulai untuk menempatkan pesanan besar – besaran untuk pesawat baru.

Video dokumenter ini memberi pengetahuan bahwa maskapai Ryanair dan EasyJet sudah mulai membuka tarif penerbangan murah untuk ke berbagai destinasi populer yang ada di dunia. Dahulu tarif penerbangan yang ditawarkan oleh EasyJet dan Ryanair merupakan tarif tinggi yang hanya orang kalangan menengah ke atas saja yang mampu membeli tiketnya, namun saat ini pemegang saham terbesar dari Ryanair dan EasyJet sudah mulai membuka penerbangan dengan tarif rendah, yang artinya ini akan menguntungkan bagi masyarakat luas. Meskipun begitu sangat tidak mudah dalam menjalankan bisnis ini, O’Learry dan Stelios memiliki berbagai kendala tersendiri dalam mejalankan bisnis ini. Misalnya harus menyusun strategi bisnis mereka dengan baik sehingga tidak merugikan namun tetap memberikan fasilitas yang baik meskipun dengan harga yang lebih rendah.

Dengan adanya penerbangan tarif rendah sebenarnya memang sangat menguntungkan untuk masyarakat luas, terutama masyarakat yang memiliki budget sedikit untuk pergi ke berbagai destinasi yang diinginkan. Namun terkadang harga murah menjadi pro dan kontra oleh masyarakat, karena masih banyak masyarakat yang kurang yakin dengan penerbangan tarif rendah. Banyak yang berpendapat bahwa penerbangan dengan tarif rendah tidak memiliki jaminan keselamatan yang baik. Beberapa masyarakat juga lebih memilih membayar sedikit lebih mahal untuk satu perjalanan namun memiliki jaminan keselamatan yang baik. Terlebih sudah banyak beredar berita mengenai kecelakaan pesawat, hal tersebut lah yang semakin membuat beberapa masyarakat tidak begitu yakin dengan penerbangan bertarif rendah meskipun sangat menguntungkan.

Beberapa maskapai penerbangan yang memberikan tarif rendah untuk suatu perjalanan memang lebih menarik perhatian namun tidak sedikit juga masyarakat yang lebih tertarik dengan kenyamanan, kemanan, serta fasilitas yang diberikan meskpun dengan tawaran harga yang sedikit lebih mahal. Oleh karena itu meskipun maskapai EasyJet dan Ryanair menawarkan penerbangan dengan tarif rendah namun tetap harus mementingkan kenyamanan, kemanan, dan fasilitas di dalamnya. Karena transportasi paling aman ialah pesawat, menawarkan biaya terbang dengan tarif rendah memang menjadi suatu peluang dan kesempatan yang bagus namun kenyamanan dan keamanan lah yang tetap harus diutamakan.

Comments

Popular posts from this blog

Review Kala Benoa - Rifky Dewandaru

Dalam rangkaian “Ekspedisi Indonesia Biru”, WatchdoC membuat sebuah film dokumenter tentang Reklamasi Teluk Benoa. Mereka mengambil berbagai sudut pandang mulai dari masyarakat Suku Bajo dan reklamasi ala mereka, pendapat pengusaha wisata hingga pendapat masyarakat Tenganan dan Lombok Timur. Film dokumenter berjudul “Kala Benoa” berdurasi sekitar 50 menit itu bisa kamu tonton secara gratis di Youtube, mungkin itu cara mereka melakukan “perlawanan”. Setelah menontonnya Film produksi Watchdoc ini dibuka dengan visual peta Bali, Lombok, dan Sumbawa serta Pulau Bungin yang terletak di dekat Sumbawa. Dandhy dan Ucok sebagai pembuat film memulai cerita dari  Pulau Bungin. Pulau kecil di NTB ini salah satu pulau terpadat di dunia. Dengan luas hanya 12 hektar, jumlah penghuni pulau ini hingga 3.120 jiwa. Selama 200 tahun, Suku Bajo yang tinggal di Pulau Bungin telah menguruk pulau dari hanya 3 hektar menjadi 12 hektar seperti sekarang. Tidak ada investor properti yang sesabar ora...

Infografis

Infografis oleh : Vamela Aurina

Dokumentasi Foto dan Video

Commfest (communication festival) yang di gelar oleh mahasiswa Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara pada 1 - 5 Oktober 2018 banyak menyediakan bazar, di antaranya menjual pakaian,kacamata, dompet serta makanan di bazar yang di sediakan Tangerang 05 Oktober 2018 (VMS/Rifky Dewandaru) Bazzar Commfest (communication festival) di Lobby D Universiatas Multimedia Nusantara, kacamata jadi salah satu bazar yang hadir untuk menunjang kebutuhan mahasiswa yang mengalami masalah pada mata Tanggerang 05 Okteber 2018 (VMS/Rifky Dewandaru) Suasana Commfest (Communication Festival) pada Jumat 05 Oktober 2018, terlihat beberapa bazar yang melayani penjualan pada commfest 2018 (VMS/Rifky Dewandaru)